Diduga Ada 25 Bom Yang Siap Diledakkan, Pelaku Bom di Gereja Surabaya Diduga Masih Berkeliaran
| Logo | Web | Depo | Daftar |
|---|---|---|---|
| TOTO988 | |||
| EnakQQ | |||
| IkanQQ |
Polisi masih terus memburu para pelaku anggota jaringan bom bunuh diri di Surabaya.
Semua masyarakat diminta ikut meningkatkan kewaspadaan, mengantisipasi kemungkinan adanya aksi teror susulan.
Buka Sekarang :
Informasi yang di dapat selain 1 orang pengendara motor yang membawa bom dan siap diledakkan, masih ada 25 bom lagi yang sudah siap di ledakkan.
"Informasi dari seorang yang diamankan di Gereja Hati Kudus Yesus, ada 25 bom lagi yang siap diledakkan," ujar sumber Surya Online.
Menurutnya dari 25 bom yang akan diledakkan baru 6 bom yang ditemukan.
"Untuk sementara berada di rumah dulu, untuk menghindari potensi bom susulan di tempat tempat keramaian," jelasnya.
Korban ledakan bom bunuh diri tiga gereja di Surabaya terus bertambah.
Hingga pukul 11.00 WIB, korban meninggal sebanyak 9 orang dan 40 luka-luka akibat ledakan bom, Minggu (13/5/2018) pagi.
"Tadi delapan meninggal, sekarang tambah satu jadi sembilan dan 40 luka-luka," sebut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera di lokasi kejadian, Minggu (13/5/2018).
Satu korban terbaru, kata Barung, adalah orang yang dirawat di RSUD dr Soetomo.
Korban meninggal selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.
Barung menuturkan, semua korban masih dilakukan pemeriksaan dan identifikasi oleh tim forensik.
"Masih diidentifiksi tim forensik, jadi nama atau identitas siapa saja belum diketahui," jelas Barung.
Pelaku Bom di Gereja Surabaya Diduga Masih Berkeliaran
Satu orang pelaku ledakan bom bunuh diri di gereja Surabaya diduga masih berkeliaran.
Informasi yang di dapat Surya, seorang pelaku ini menggunakan motor Yamaha Jupiter Z dengan Nopol AG 4966 WI.
"Yang bersangkutan masih membawa bom yang siap diledakkan," ujar sumber di lapangan.
Dia minta kepada masyarakat agar berhati hati dan mewaspadai pengendara motor tersebut.
Bila melihat keberadaan motor tersebut, diminta segera melaporkan ke petugas.
Dari Jakarta, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Muhammad Iqbal meminta masyarakat tak menyebar gambar atau video korban ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur.
"Gambar-gambar di media sosial (terkait ledakan), stop (menyebarkannya). Jangan sampai (kita) terperangkap tujuan teroris. Tujuan (para teroris membuat) kita ketakutan semua. Tunjukkan kita tidak takut! Jangan jadi bagian pelaku dengan sebarkan (gambar) teror," ujar Iqbal dalam wawancara Kompas TV.






